MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.667 +0,17%
JPYIDRRp111 -0,60%
SGDIDRRp13.913 -0,41%
USDIDRRp17.659 -0,58%
AALIRp7.900 -1,25%
ADMRRp1.675 -0,89%
ADRORp2.550 -0,39%
AHAPRp101 -3,81%
AMMNRp4.480 +0,22%
ANTMRp3.170 +0,96%
ASIIRp4.780 -0,21%
BBCARp6.450 +0,78%
BBNIRp3.730 +3,90%
BBRIRp3.230 +2,87%
BFINRp880 -1,12%
BIPIRp152 0,00%

Rebalancing FTSE Global Equity Index Series: BSDE Turun Kasta, 29 Saham Terdepak

Rincian hasil rebalancing FTSE Global Equity Index Series September 2026. BSDE turun kasta, SILO dan 28 saham lainnya terdepak dari perhitungan indeks.

Rebalancing FTSE Global Equity Index Series: BSDE Turun Kasta, 29 Saham Terdepak

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Lembaga penyedia indeks global terkemuka, FTSE Russell, telah merilis pengumuman Semi-Annual Review untuk FTSE Global Equity Index Series periode September 2026. Peninjauan berkala ini membawa sejumlah perubahan signifikan bagi deretan saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana banyak saham mengalami penurunan kapitalisasi pasar yang diakui indeks (downgrade) hingga terdepak sepenuhnya.

Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat (21/8/2026) setelah penutupan pasar, tidak ada satu pun saham asal Indonesia yang berhasil masuk sebagai penghuni baru di kategori Large Cap, Mid Cap, maupun Small Cap. Sebaliknya, perombakan didominasi oleh keluarnya puluhan saham dari indeks.

Jadwal Implementasi FTSE Global Equity Index Series

Investor dan pelaku pasar perlu memperhatikan jadwal krusial terkait rebalancing indeks ini agar dapat mengantisipasi volatilitas pasar. Berikut adalah linimasa peninjauan indeks FTSE edisi September 2026:

  • Batas Akhir Revisi: Jumat, 4 September 2026 (perubahan masih dimungkinkan hingga penutupan bursa).
  • Pengumuman Final: Senin, 7 September 2026 (susunan indeks dianggap final).
  • Tanggal Rebalancing (As of Close): Jumat, 18 September 2026.
  • Tanggal Efektif (As of Open): Senin, 21 September 2026.

Rincian Perubahan Saham Indonesia

Dalam rebalancing FTSE Global Equity Index Series kali ini, pergeseran paling mencolok terjadi di kategori menengah hingga mikro. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terdepak dari kategori Mid Cap dan langsung turun ke kategori Micro Cap. Selain itu, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) tereliminasi dari Small Cap dan tidak dimasukkan ke kategori Micro Cap, yang berarti saham ini keluar sepenuhnya dari perhitungan indeks.

Berikut adalah rincian lengkap perubahan status saham-saham Indonesia:

Large Cap

  • Masuk: Tidak ada
  • Keluar: Tidak ada

Mid Cap

  • Masuk: Tidak ada
  • Keluar: BSDE

Small Cap

  • Masuk: Tidak ada
  • Keluar: BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SILO, SMRA, SCMA

Micro Cap

  • Masuk (Downgrade dari kategori atas): BBYB, BJBR, BTPS, BSDE, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, SCMA
  • Keluar: Terdapat 28 saham yang terdepak dari kategori ini, yaitu ADHI, ASSA, ALII, AGRO, BVIC, CASS, CFIN, BWPT, CARS, WOOD, DILD, JTPE, JKON, OMED, KEEN, MAIN, MAHA, MSTI, MDLA, MLPL, PBID, PANS, PNIN, PTPP, PRDA, RALS, ISSP, dan TPMA

Ringkasan Fakta

  • FTSE Russell mengumumkan Semi-Annual Review pada 21 Agustus 2026, yang akan efektif pada pembukaan pasar 21 September 2026.
  • Tidak ada saham Indonesia yang masuk ke dalam kategori Large Cap, Mid Cap, maupun Small Cap.
  • Saham properti BSDE mengalami downgrade langsung dari Mid Cap menuju Micro Cap.
  • Sebanyak 9 saham turun kasta dari Small Cap ke Micro Cap, sementara SILO terdepak sepenuhnya dari indeks.
  • Kategori Micro Cap mencatat pengeluaran terbanyak dengan total 28 saham tereliminasi, termasuk emiten konstruksi BUMN (ADHI, PTPP) dan perusahaan pembiayaan.
✎ Opini Redaksi

Absennya saham Indonesia yang promosi ke kategori kapitalisasi besar hingga kecil mengindikasikan tekanan pelemahan kapitalisasi pasar domestik di mata kriteria FTSE. Penurunan kelas (downgrade) massal dan keluarnya 29 emiten dari indeks (1 dari Small Cap, 28 dari Micro Cap) secara logis akan memicu outflow (aliran dana keluar) dari reksa dana indeks pasif (Exchange Traded Fund/ETF) yang menjadikan FTSE sebagai benchmark. Volatilitas pada saham-saham terkait berpotensi meningkat menjelang hari rebalancing pada 18 September 2026.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.