Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) secara resmi merilis prospektus penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) V atau right issue. Aksi korporasi ini mengukuhkan detail informasi terkait Jadwal Baru Right Issue AHAP yang menjadi perhatian investor ritel di kuartal keempat 2026. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru dari portepel.
AHAP menetapkan nilai nominal dan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham. Melalui harga tersebut, total dana segar yang diincar Perseroan dari pasar modal mencapai Rp175 miliar. Skema rasio right issue ditetapkan 7:5, artinya setiap pemegang 7 saham lama yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham (DPS) berhak mendapatkan 5 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk menebus 1 saham baru.
Rincian Jadwal Baru Right Issue AHAP
Untuk memudahkan investor ritel mengambil keputusan, berikut adalah rincian jadwal pelaksanaannya:
- Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum-Right) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi jatuh pada 8 Oktober 2026.
- Tanggal Cum-Right di Pasar Tunai dijadwalkan pada 12 Oktober 2026.
- Tanggal perdagangan saham tanpa HMETD (Ex-Right) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi adalah 9 Oktober 2026.
- Tanggal Ex-Right di Pasar Tunai jatuh pada 13 Oktober 2026.
- Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas HMETD (Recording Date) dilakukan pada 12 Oktober 2026.
- Periode perdagangan dan pelaksanaan pembayaran HMETD berlangsung dari 14 hingga 20 Oktober 2026.
Penggunaan Dana dan Komitmen Pengendali
Fokus utama penggunaan dana right issue ini dialokasikan untuk memenuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diambil guna mematuhi pasal 56 POJK No. 23 tahun 2023 yang mewajibkan perusahaan asuransi memenuhi ekuitas minimum sebesar Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026. Setelah dipotong biaya-biaya emisi, sisa dana yang diperoleh akan diserap sebagai modal kerja Perseroan.
Perseroan mengonfirmasi bahwa tidak terdapat pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini. Walau demikian, PT Asuransi Central Asia (ACA) sebagai pemegang saham utama telah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh hak yang dimilikinya. ACA akan menebus 2,19 miliar saham dengan total nilai mencapai Rp109,51 miliar. Pembayaran tersebut dilakukan melalui konversi pinjaman subordinasi sebesar Rp30 miliar menjadi setoran modal, sementara sisanya Rp79,51 miliar akan dibayar secara tunai. Bagi pemegang saham publik yang tidak berpartisipasi mengeksekusi haknya, persentase kepemilikan sahamnya akan terdilusi secara maksimal hingga 41,67%.
Pelaksanaan right issue ini merupakan langkah strategis yang sangat esensial bagi AHAP untuk menghindari sanksi regulasi modal minimum OJK. Komitmen ACA yang mengonversi utang subordinasi menjadi ekuitas akan menyehatkan struktur neraca utang perseroan ke depan.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.