MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.591 +0,23%
JPYIDRRp113 +0,84%
SGDIDRRp14.020 +0,49%
USDIDRRp17.917 +0,34%
AALIRp7.850 +0,96%
ADMRRp1.525 -0,65%
ADRORp2.600 +1,56%
AHAPRp84 -11,58%
AMMNRp4.720 -0,21%
ANTMRp3.230 -1,22%
ARCIRp1.300 -0,38%
ARTORp850 -1,16%
ASIIRp4.690 -1,68%
BBCARp6.250 +0,40%
BBNIRp3.500 -0,57%
BBRIRp3.150 +0,32%

Prospektus Rights Issue ENRG Resmi Rilis: Bidik Dana Rp4,11 Triliun, Cum Date 2 Oktober 2026

ENRG patok harga pelaksanaan rights issue Rp310 dengan cum date 2 Oktober 2026. Simak jadwal dan prospektus lengkapnya di BeritaSaham.id.

Prospektus Rights Issue ENRG Resmi Rilis: Bidik Dana Rp4,11 Triliun, Cum Date 2 Oktober 2026

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) secara resmi menerbitkan pembaruan prospektus terkait penawaran umum terbatas melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD IV) atau Rights Issue ENRG setelah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 September 2026. Dalam aksi korporasi ini, emiten migas grup Bakrie tersebut menawarkan sebanyak-banyaknya 13,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp310 per saham. Melalui penawaran ini, perseroan berpotensi meraih dana segar hingga Rp4,11 triliun guna memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi anak usaha.

Kepastian jadwal aksi korporasi ini sekaligus mengonfirmasi ketepatan prediksi redaksi sebelumnya. Jadwal resmi yang dirilis dalam prospektus tersebut menguatkan estimasi yang sebelumnya telah diulas mendalam oleh media ini melalui laporan Prediksi Jadwal Rights Issue ENRG Resmi Efektif OJK. Berdasarkan prospektus terbaru, tanggal cum-right atau batas akhir perdagangan saham yang berhak memperoleh HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada tanggal 2 Oktober 2026, sedangkan ex-right dijadwalkan pada 5 Oktober 2026.

Rasio Penawaran, Pembeli Siaga, dan Struktur Kepemilikan

Dalam PMHMETD IV ini, perseroan menetapkan rasio penawaran 2 : 1, di mana setiap pemegang dua saham lama ENRG yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date 6 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru ENRG seharga Rp310. Bagi investor yang tidak mengeksekusi haknya, persentase kepemilikan saham berpotensi mengalami dilusi hingga maksimal 33,33%.

Dalam hal skema penyerapan HMETD, pengendali ENRG yaitu PT Shima Global Kapital (SGK) yang menguasai 17,55% saham memilih tidak mengeksekusi haknya dan mengalihkan seluruh 2,33 miliar HMETD miliknya kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI). Selanjutnya, BKI bersama dengan entitas terafiliasi bertindak sebagai Pembeli Siaga (standby buyer) yang menyatakan kesiapan untuk menyerap sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lainnya.

Rencana Penggunaan Dana Hasil Rights Issue ENRG

Manajemen ENRG mengalokasikan mayoritas dana yang dihimpun dari hasil penawaran umum terbatas ini untuk ekspansi anak perusahaan. Penggunaan dana segar rights issue ini diprioritaskan untuk penguatan modal dan portofolio bisnis migas:

  • Sekitar 96,59% dana akan disalurkan sebagai peningkatan penyertaan modal kepada entitas anak usaha guna membiayai modal kerja, eksplorasi, serta pengembangan aset-aset migas strategis.
  • Sekitar 3,41% sisanya akan dipergunakan langsung oleh perseroan untuk keperluan modal kerja dan operasional rutin harian.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung mulai 8 Oktober hingga 21 Oktober 2026 di Bursa Efek Indonesia, dengan pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD pada rentang 12 hingga 23 Oktober 2026.

✎ Opini Redaksi

Langkah eksekusi PMHMETD IV dengan target dana Rp4,11 triliun ini menjadi sinyal positif penguatan struktur permodalan dan ekspansi agresif aset migas ENRG. Dukungan penuh PT Bakrie Kalila Investment sebagai pembeli siaga memberikan kepastian penyerapan dana di tengah potensi risiko dilusi kepemilikan investor publik sebesar 33,33%. Realisasi jadwal yang akurat sesuai proyeksi redaksi BeritaSaham.id memberikan kepastian lini masa bagi para pemegang saham untuk menentukan strategi sebelum cum date 2 Oktober 2026.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.