Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian atas kriteria evaluasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mulai efektif pada 2 November 2026, saham-saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi dipastikan akan dieksklusi atau dikeluarkan dari perhitungan IHSG.
Langkah strategis ini tertuang secara resmi dalam Pengumuman BEI Nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026. Penyesuaian kriteria evaluasi ini diterapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih representatif dan mampu mewakili dinamika pasar modal domestik secara riil. Kebijakan ini juga merujuk pada Surat Keputusan Bersama antara Direksi BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengenai Penetapan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi pada Perusahaan Tercatat.
Pengecualian Saham dan Pergeseran Jadwal Rebalancing
Pada aturan yang lama, seluruh saham perusahaan tercatat otomatis masuk ke dalam perhitungan seleksi IHSG, dengan pengecualian hanya pada saham-saham yang mencatatkan diri di Papan Akselerasi. Melalui penyesuaian terbaru ini, saham yang masuk dalam kategori HSC resmi bergabung bersama saham Papan Akselerasi sebagai pengecualian dalam perhitungan indeks bursa. Meskipun terjadi perombakan kriteria seleksi, metode perhitungan utama tetap tidak berubah, yakni menggunakan Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan batas bobot maksimal (cap) sebesar 9%.
Selain mengubah kriteria seleksi penghuni IHSG, otoritas bursa juga merombak siklus waktu evaluasi secara signifikan. Berikut adalah pergeseran jadwal evaluasi terbaru yang diterapkan oleh BEI:
- Periode Evaluasi: Jadwal bergeser dari sebelumnya di bulan Maret, Juni, September, dan Desember, menjadi bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
- Hari Efektif: Waktu penerapan evaluasi dipindah dari hari bursa pertama di bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, ke hari bursa pertama di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
- Evaluasi Insidental: Saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC di luar periode evaluasi rutin akan segera disesuaikan posisinya pada IHSG. Aturan insidental ini sebelumnya belum diatur secara khusus oleh BEI.
Keputusan BEI untuk mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG merupakan langkah progresif untuk meminimalisasi distorsi indeks akibat lonjakan atau kejatuhan harga saham yang tidak likuid dan dikuasai oleh segelintir pihak. Pembaruan metodologi ini akan menjadikan pergerakan IHSG jauh lebih akurat dalam mencerminkan sentimen fundamental maupun makroekonomi secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat mengembalikan dan menjaga tingkat kepercayaan investor institusi maupun ritel.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.