MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.621 +0,06%
JPYIDRRp112 +0,05%
SGDIDRRp13.964 +0,08%
USDIDRRp17.867 +0,04%
AALIRp7.175 -0,35%
ADMRRp1.615 +2,87%
ADRORp2.520 -0,40%
AHAPRp93 +1,09%
AMMNRp4.370 +2,82%
ANTMRp3.090 0,00%
ASIIRp4.860 -0,21%
BBCARp6.350 +0,79%
BBNIRp3.580 +0,85%
BBRIRp3.130 +1,29%
BFINRp915 +4,57%
BIPIRp155 +5,44%

Hasil MSCI Review Agustus 2026: GOTO dan CPIN Terdepak dari Indeks Utama

Hasil MSCI Review Agustus 2026 resmi rilis. GOTO dan CPIN terdepak dari Global Standard Index, sementara 9 saham keluar dari Small Cap. Cek rinciannya.

Hasil MSCI Review Agustus 2026: GOTO dan CPIN Terdepak dari Indeks Utama

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Penyedia indeks global MSCI Inc. secara resmi telah mengumumkan hasil MSCI Review Agustus 2026 pada Kamis (13/8/2026) waktu Indonesia. Dalam penyesuaian (rebalancing) indeks secara berkala ini, perombakan signifikan terjadi pada sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya yang tergabung dalam konstituen MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

Berdasarkan dokumen resmi MSCI, seluruh perubahan pada daftar saham konstituen ini akan diimplementasikan pasca penutupan perdagangan bursa pada tanggal 31 Agustus 2026. Hasil dari rebalancing indeks MSCI Indonesia ini akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026.

Berikut adalah rincian lengkap perubahan status saham emiten di Indonesia berdasarkan hasil MSCI Review Agustus 2026: Konstituen MSCI Global Standard Index Pada kelas indeks berkapitalisasi pasar terbesar ini, tidak ada satu pun saham asal Indonesia yang ditambahkan (addition). Sebaliknya, MSCI mengambil langkah untuk mencoret dua saham berkapitalisasi jumbo (big caps) dari daftar acuan.

  • Addition (Masuk): Tidak ada
  • Deletion (Keluar): PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Konstituen MSCI Global Small Cap Index Pada indeks saham berkapitalisasi pasar kecil hingga menengah (Small Cap), MSCI memasukkan satu nama baru yang merupakan efek downgrade (turun kelas) dari indeks Standard, sekaligus mendepak sembilan emiten lainnya dari daftar.

  • Addition (Masuk): PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  • Deletion (Keluar): PT Bank Jago Tbk (ARTO)PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)PT MD Entertainment Tbk (FILM)PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)PT MNC Land Tbk (KPIG)PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

Keputusan MSCI untuk mereklasifikasi dan mendepak belasan emiten dari konstituennya ini patut menjadi atensi pelaku pasar. Penyesuaian keranjang investasi dari manajer investasi asing maupun institusional yang menjadikan MSCI sebagai acuan utama berpotensi meningkatkan volatilitas harga saham-saham yang terkait, setidaknya hingga puncaknya pada tanggal implementasi rebalancing.

Ringkasan Fakta

  • Pengumuman MSCI Review Agustus 2026 diterbitkan pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia.
  • GOTO dan CPIN secara resmi dikeluarkan dari perhitungan MSCI Global Standard Index.
  • CPIN mengalami penurunan kelas (downgrade) dan menjadi satu-satunya saham yang masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Index.
  • Sembilan emiten, termasuk emiten teknologi (ARTO, BUKA), infrastruktur (SMGR), hingga emiten baru (RATU), dicoret dari MSCI Global Small Cap Index.
  • Seluruh perubahan konstituen akan diimplementasikan pasca penutupan 31 Agustus 2026 dan berlaku efektif pada 1 September 2026.
Terkena Dampak Negatif

Saham yang berpotensi tertekan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.

GOTOGoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Rp50 0,00%

Daftar ini merupakan penilaian arah dari redaksi, bukan janji harga akan terus bergerak ke arah tersebut.

✎ Opini Redaksi

Keluarnya saham-saham likuid seperti GOTO dan CPIN dari indeks utama mencerminkan pengetatan kriteria evaluasi MSCI terhadap kapitalisasi pasar dan pergerakan persentase kepemilikan publik (free float) di BEI. Perombakan masif pada konstituen indeks Small Cap juga memberikan sinyal risiko tekanan jual (forced selling) dari dana pasif asing (pasif funds) dalam jangka pendek menuju akhir Agustus. Namun demikian, pengurangan jumlah anggota di Standard Index tanpa adanya tambahan anggota baru berpeluang memperbesar porsi bobot saham big caps yang tersisa di dalam indeks.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.