Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (10/8/2026), di zona merah. Meski sempat melaju di teritori positif pada awal sesi perdagangan, masifnya tekanan jual membuat IHSG harus berbalik arah dan ditutup terkoreksi.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,69% atau turun 44,28 poin ke level 6.365,37. Laju ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar di pagi hari, di mana IHSG sempat dibuka menguat (gap up) di 6.440 dan menyentuh level tertinggi hariannya di posisi 6.462. Sayangnya, indeks tidak mampu bertahan dan terus tertekan hingga menembus level terendah 6.362 sebelum merosot di penghujung transaksi.
Pelemahan IHSG turut sejalan dengan bergugurannya sejumlah indeks kapitalisasi besar. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,96% ke level 634,12, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,89% ke 383,96, dan IDX30 terkoreksi cukup dalam sebesar 1,01% ke 355,76. Beberapa saham yang memimpin jajaran pelemahan (top losers) di Bursa antara lain PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang anjlok 15%, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (BAIK) yang turun 14,93%, serta PT Voksel Electric Tbk (VOKS) dengan pelemahan 10,37%.
Menariknya, di tengah kejatuhan indeks, investor asing justru memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi. Terpantau investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp829,70 miliar di seluruh pasar. Aksi beli bersih asing di pasar tunai dan negosiasi yang mencapai Rp1,71 triliun ini salah satunya ditopang oleh transaksi jumbo pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Ringkasan Fakta
- Pergerakan IHSG: Ditutup melemah 0,69% (-44,28 poin) ke level 6.365,37.
- Rentang Perdagangan: Titik tertinggi di 6.462 dan terendah di 6.362, dengan posisi pembukaan di 6.440.
- Aksi Investor Asing: Asing mencatatkan net buy sebesar Rp829,70 miliar di seluruh pasar, dengan fokus akumulasi pada saham DSSA.
- Kinerja Indeks Lain: Indeks LQ45 tertekan 0,96%, JII turun 0,89%, dan IDX30 melemah 1,01%.
- Saham Top Losers: Kejatuhan harga terbesar dialami saham FORU (-15%), BAIK (-14,93%), dan VOKS (-10,37%).
Pelemahan IHSG yang berbalik arah dari zona hijau ke merah mengindikasikan kuatnya tekanan aksi ambil untung (profit taking), yang tercermin dari anjloknya indeks-indeks unggulan seperti LQ45 dan IDX30. Kendati demikian, masuknya arus modal asing dengan net buy jumbo sebesar Rp829,70 miliar menjadi indikator positif bahwa kepercayaan investor asing terhadap fundamental emiten incaran masih solid. Dinamika persilangan arus modal ini membuka peluang terjadinya fase konsolidasi wajar sebelum indeks mampu kembali menguji level resistansinya.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.