MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.548 -0,23%
JPYIDRRp112 -0,66%
SGDIDRRp13.879 -0,33%
USDIDRRp17.754 -0,22%
AALIRp7.225 -1,37%
ADMRRp1.580 -2,47%
ADRORp2.520 -0,79%
AHAPRp93 -1,06%
AMMNRp4.340 -1,36%
ANTMRp3.130 -0,95%
ASIIRp4.990 -2,16%
BBCARp6.375 0,00%
BBNIRp3.620 -0,28%
BBRIRp3.110 -0,64%
BFINRp900 -0,55%
BIPIRp157 -1,26%

Data Non Farm Payroll AS Anjlok: Kehilangan 23 Ribu Pekerjaan pada Juli 2026

Non Farm Payroll AS susut 23 ribu pekerja pada Juli 2026, memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Bagaimana dampaknya ke emiten lokal?

Data Non Farm Payroll AS Anjlok: Kehilangan 23 Ribu Pekerjaan pada Juli 2026

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Pasar keuangan global kembali dikejutkan oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat terbaru. Laporan Non Farm Payroll AS (NFP) untuk periode Juli 2026 mencatatkan hasil yang meleset jauh dari ekspektasi, bahkan menunjukkan kontraksi penambahan tenaga kerja. Kondisi ini memberikan sinyal kuat adanya perlambatan di pasar tenaga kerja negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (U.S. Bureau of Labor Statistics/BLS) yang dirilis Jumat waktu setempat, perekonomian AS justru memangkas 23.000 pekerjaan sepanjang Juli 2026. Pencapaian ini berbanding terbalik dengan proyeksi pasar dan analis yang sebelumnya memperkirakan adanya tambahan sekitar 80.000 hingga 97.500 pekerjaan baru.

Revisi Turun Data Ketenagakerjaan Sebelumnya

Selain pencapaian bulan Juli yang mengecewakan, indikasi pelemahan juga terlihat dari revisi ke bawah untuk data bulan-bulan sebelumnya. BLS merevisi angka Non Farm Payroll AS periode Mei dan Juni 2026 secara signifikan:

  • Data Mei 2026: Direvisi turun sebesar 66.000 pekerjaan, dari sebelumnya dilaporkan bertambah 129.000 menjadi hanya bertambah 63.000 pekerjaan.
  • Data Juni 2026: Direvisi turun sebesar 37.000 pekerjaan, dari sebelumnya dilaporkan bertambah 57.000 menjadi hanya 20.000 pekerjaan.

Secara total, revisi dari dua bulan tersebut menghilangkan 103.000 pekerjaan yang sebelumnya telah dilaporkan.

Tingkat Pengangguran dan Upah

Di sisi lain, meskipun jumlah lapangan pekerjaan baru menyusut, tingkat pengangguran (unemployment rate) AS tercatat sedikit menurun menjadi 4,1 persen pada Juli 2026, dibandingkan posisi Juni 2026 sebesar 4,19 persen. Total warga pengangguran di AS berada di kisaran 6,9 juta orang.

Adapun untuk komponen inflasi upah, rata-rata pendapatan per jam (average hourly earnings) pegawai swasta non-pertanian relatif stagnan di level US$37,62, atau hanya naik tipis 2 sen dari bulan sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year/yoy), upah rata-rata per jam mencatatkan kenaikan sebesar 3,2 persen. Jam kerja rata-rata per minggu juga terpantau stagnan di angka 34,3 jam.

Rincian Pergerakan Sektor Pekerjaan

Kontraksi yang terjadi pada Non Farm Payroll AS bulan Juli 2026 sangat dipengaruhi oleh pemutusan hubungan kerja di beberapa sektor strategis, antara lain:

  • Pendidikan Pemerintah Daerah: Mengalami penurunan paling drastis dengan memangkas 50.000 pekerjaan.
  • Perdagangan Ritel: Kehilangan 19.000 pekerjaan, yang didominasi oleh peritel barang dagangan umum (-21.000 pekerjaan) serta stasiun pengisian bahan bakar (-5.000 pekerjaan).
  • Aktivitas Keuangan: Mengalami kontraksi sebesar 14.000 pekerjaan.
  • Perawatan Kesehatan (Health Care): Menjadi anomali positif karena terus menunjukkan tren peningkatan dengan menyerap 22.000 tenaga kerja baru.

Sektor-sektor lainnya seperti pertambangan, konstruksi, manufaktur, hingga logistik terpantau tidak mengalami perubahan jumlah tenaga kerja yang signifikan.

Ringkasan Fakta

  • Non Farm Payroll (NFP) AS mencatatkan kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli 2026, jauh dari estimasi pasar yang memproyeksikan penambahan 80.000 - 97.500 pekerjaan.
  • Data penambahan tenaga kerja bulan Mei dan Juni 2026 direvisi turun, menghapus 103.000 pekerjaan dari laporan sebelumnya.
  • Tingkat pengangguran stabil di level 4,1 persen dengan total warga yang menganggur mencapai 6,9 juta orang.
  • Sektor pendidikan pemerintah daerah dan perdagangan ritel menjadi penyumbang terbesar penurunan jumlah pekerja.
  • Rata-rata pendapatan pekerja per jam berada di angka US$37,62, naik 3,2 persen secara tahunan.
Terkena Dampak Negatif

Saham yang berpotensi tertekan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.

SRILSri Rejeki Isman Tbk.
Rp146 0,00%

Daftar ini merupakan penilaian arah dari redaksi, bukan janji harga akan terus bergerak ke arah tersebut.

✎ Opini Redaksi

Pelemahan tajam pada data Non Farm Payroll AS secara objektif mengonfirmasi adanya pendinginan yang nyata di pasar tenaga kerja Amerika Serikat, ditambah dengan revisi turun pada bulan-bulan sebelumnya yang memperburuk prospek pertumbuhan tenaga kerja. Hal ini memberikan dorongan fundamental yang sangat kuat bagi bank sentral AS, The Fed, untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) demi mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Investor kemungkinan besar akan mulai meningkatkan probabilitas rate cut dalam pertemuan The Fed berikutnya.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.