Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Laju saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berhasil mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan hari ini. Pergerakan impresif saham SINI yang berada di bawah bayang-bayang taipan Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu ini sempat menyentuh rekor harga tertinggi di level Rp14.900 per saham.
Menjelang akhir sesi, tekanan beli masih mendominasi sehingga saham SINI mampu ditutup kuat di level Rp14.700 per saham. Pencapaian all time high ini memantik perhatian investor ritel seiring pulihnya struktur permodalan perusahaan yang sangat masif.
Pemulihan Ekuitas Kerek Kinerja Saham SINI
Katalis utama yang mendorong penguatan saham SINI adalah transformasi di neraca keuangan perseroan. Mengacu pada laporan keuangan per 31 Juli 2026, ekuitas PT Singaraja Putra Tbk sukses berbalik positif (turnaround) menyentuh angka Rp3,52 triliun.
Angka ini merupakan pencapaian luar biasa mengingat rentetan defisiensi modal yang dialami emiten pada periode sebelumnya:
- Defisit ekuitas sebesar Rp763 miliar pada akhir tahun 2025.
- Defisit ekuitas sebesar Rp125 miliar pada Juni 2026.
Pembalikan arah ekuitas yang drastis ini terealisasi berkat suntikan dana segar melalui aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau yang kerap dikenal sebagai rights issue.
Prospek Ke Depan
Keluarnya SINI dari jerat ekuitas negatif menjadi sinyal konfirmasi terhadap kelanjutan ekspansi perseroan di masa mendatang. Dengan ekuitas super tebal Rp3,52 triliun, perseroan memiliki modal kerja dan ruang pendanaan yang jauh lebih luas untuk berekspansi di sektor bisnisnya.
Meski secara tren tren fundamental sangat kokoh, investor ritel tetap perlu memperhatikan tingkat volatilitas dan profil risikonya. Mengingat potensi aksi ambil untung (profit taking) kerap membayangi pergerakan harga saham pasca mencetak rekor baru, utamanya menjelang pengujian level psikologis di Rp15.000.
Saham yang berpotensi diuntungkan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.
Arah harga hari ini bisa berbeda dari interpretasi redaksi. Pasar mencerminkan banyak faktor, bukan cuma satu berita ini.
Pencapaian rekor tertinggi SINI sejalan dengan perbaikan drastis pada neraca keuangannya yang kini mencetak surplus triliunan rupiah. Kendati secara fundamental semakin prima, investor ritel perlu mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek di area resisten psikologis.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.