MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.690 +0,09%
JPYIDRRp111 +0,43%
SGDIDRRp13.949 0,00%
USDIDRRp17.757 0,00%
AALIRp8.375 -0,30%
ADMRRp1.585 -5,93%
ADRORp2.650 -4,68%
AHAPRp101 -2,88%
AMMNRp4.290 -1,61%
ANTMRp3.040 -1,30%
ASIIRp4.840 -1,63%
BBCARp6.625 +0,38%
BBNIRp3.900 +0,78%
BBRIRp3.360 -0,59%
BFINRp945 -3,57%
BIPIRp149 -1,32%

Lonjakan Yield US Treasury 10-Tahun Tembus 4,78%, Tertinggi Sejak Awal 2025

Yield US Treasury 10-tahun melonjak tajam ke 4,78% dipicu tingginya inflasi AS. Simak analisis lengkap dampaknya terhadap IHSG, saham teknologi, dan bank.

Lonjakan Yield US Treasury 10-Tahun Tembus 4,78%, Tertinggi Sejak Awal 2025

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun kembali melonjak tajam ke level 4,78% pada perdagangan Selasa waktu setempat. Angka ini naik dari posisi 4,75% pada penutupan sebelumnya, sekaligus menandai rekor imbal hasil tertinggi sejak bulan Januari 2025, yang mencerminkan besarnya tekanan di pasar utang global.

Imbal Hasil Tenor Lainnya Turut Terdongkrak

Lonjakan imbal hasil ini merata di berbagai kurva jatuh tempo. Obligasi AS tenor 2 tahun, yang menjadi acuan utama arah suku bunga The Fed, ikut terkerek hingga menyentuh 4,37%. Sementara itu, obligasi jangka panjang bertenor 30 tahun melayang di posisi tinggi pada 5,25%.

Penyebab Terjadinya Aksi Jual Obligasi

Aksi jual massal yang menekan harga obligasi ini didorong oleh beberapa faktor makroekonomi utama:

  • Inflasi Persisten: Bertahannya laju inflasi AS memicu kekhawatiran pasar bahwa rezim suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama dari ekspektasi.
  • Kekhawatiran Utang Pemerintah: Tingginya emisi obligasi untuk menutup defisit AS memaksa investor menuntut kompensasi risiko yang lebih tinggi.
  • Investasi AI & Harga Energi: Masifnya belanja modal pada sektor kecerdasan buatan global serta naiknya harga energi terus menyedot likuiditas pasar.

Proyeksi Analis di Akhir Tahun

Kendati pasar sedang tertekan, sejumlah institusi memproyeksikan perbaikan. Analis meyakini gejolak pasar obligasi ini akan berangsur mereda di pengujung tahun dengan target kembalinya yield US Treasury 10-tahun ke level 4,5%.

✎ Opini Redaksi

Tembusnya yield US Treasury 10-tahun ke angka 4,78% menegaskan bahwa likuiditas global masih mengalir deras ke aset minim risiko di Amerika Serikat. Fenomena ini membawa tekanan ganda bagi pasar berkembang berupa risiko keluarnya aliran modal asing dan naiknya beban pinjaman bagi emiten dengan rasio utang valuta asing tinggi.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.