MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.646 -0,26%
JPYIDRRp111 +0,29%
SGDIDRRp13.929 0,00%
USDIDRRp17.748 0,00%
AALIRp8.375 -0,30%
ADMRRp1.595 -5,34%
ADRORp2.650 -4,68%
AHAPRp102 -1,92%
AMMNRp4.270 -2,06%
ANTMRp3.030 -1,62%
ASIIRp4.840 -1,63%
BBCARp6.675 +1,14%
BBNIRp3.900 +0,78%
BBRIRp3.390 +0,30%
BFINRp950 -3,06%
BIPIRp149 -1,32%

Rights Issue CBRE Bidik Dana Rp1,27 Triliun untuk Konversi Utang, Simak Jadwal dan Rasionya

Info lengkap aksi Rights Issue CBRE. Perseroan tawarkan 11,79 miliar saham baru di harga Rp108 untuk konversi utang. Cek jadwal, rasio, dan efek dilusi.

Rights Issue CBRE Bidik Dana Rp1,27 Triliun untuk Konversi Utang, Simak Jadwal dan Rasionya

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) bersiap menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau Rights Issue CBRE. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 11.798.975.345 saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan, harga pelaksanaan Rights Issue CBRE ini ditetapkan sebesar Rp108 per saham. Dengan demikian, total dana yang berpotensi dihimpun oleh perseroan mencapai Rp1,27 triliun.

Rasio HMETD dan Konversi Utang

Setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat pada 4 November 2026 berhak memperoleh 260 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk menebus 1 saham baru.

Mayoritas aksi korporasi ini tidak akan berbentuk aliran dana segar. Pemegang saham utama, yakni PT Omudas Investment Holdco (OIH) dan PT Republik Capital Indonesia (RCI), menyatakan tidak akan melaksanakan haknya. Mereka akan mengalihkan HMETD tersebut kepada empat pihak kreditur, yaitu PT Garuda Nusantara Mineral (GNM), PT Saga Investama Sedaya (SIS), Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited (HSIL).

Pelaksanaan HMETD oleh keempat pihak tersebut akan dilakukan dalam bentuk konversi hak tagih (utang) menjadi penyertaan modal dengan nilai kumulatif sebesar Rp858,59 miliar, atau setara USD48,5 juta. Sisa dana bersih yang diperoleh dari Rights Issue CBRE di luar konversi utang akan dimanfaatkan seluruhnya untuk modal kerja perseroan.

Investor perlu mencermati risiko dilusi yang cukup masif. Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) maksimum sebesar 72,22%.

Jadwal Pelaksanaan PMHMETD I:

  • Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 2 November 2026
  • Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 3 November 2026
  • Cum HMETD di Pasar Tunai: 4 November 2026
  • Ex HMETD di Pasar Tunai: 5 November 2026
  • Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 4 November 2026
  • Periode Perdagangan & Pelaksanaan HMETD: 6 - 12 November 2026

Ringkasan Fakta

  • CBRE menerbitkan maksimal 11,79 miliar saham baru (72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).
  • Harga pelaksanaan ditetapkan Rp108 per saham dengan potensi raihan dana Rp1,27 triliun.
  • Rasio HMETD adalah 100 saham lama berhak atas 260 HMETD.
  • Tujuan utama PMHMETD I adalah konversi utang senilai Rp858,59 miliar kepada empat kreditur utama.
  • Pemegang saham utama (OIH dan RCI) tidak mengeksekusi haknya dan mengalihkannya kepada pihak kreditur.
  • Risiko dilusi bagi investor yang tidak menebus rights mencapai 72,22%.
Terkena Dampak Positif

Saham yang berpotensi diuntungkan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.

CBRE Cakra Buana Resources Energi Tbk.
Rp710 0,00%

Arah harga hari ini bisa berbeda dari interpretasi redaksi. Pasar mencerminkan banyak faktor, bukan cuma satu berita ini.

✎ Opini Redaksi

Aksi korporasi ini merupakan manuver strategis CBRE untuk merestrukturisasi neraca dengan mengonversi beban utang dolar menjadi ekuitas perseroan. Meski langkah ini dapat menyehatkan struktur liabilitas secara fundamental, rasio dilusi yang menembus 72,22% menuntut investor ritel untuk berhitung cermat sebelum memutuskan berpartisipasi atau wait and see. Likuiditas dan valuasi saham pasca-aksi dipastikan akan mengalami penyesuaian signifikan seiring bertambahnya jumlah saham beredar.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.