Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengumumkan rincian rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II. Aksi korporasi rights issue BUVA ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp250 per saham dengan target perolehan dana mencapai Rp1,53 triliun.
Rincian Rasio HMETD dan Target Dana
Berdasarkan prospektus perseroan, BUVA akan menerbitkan sebanyak 6,15 miliar saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Hak rights issue BUVA ini dibagikan dengan rasio 4:1. Artinya, setiap pemegang 4 saham lama yang namanya tercatat pada 15 Oktober 2026 berhak memperoleh 1 HMETD. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan maksimum sebesar 20%.
Komitmen Pemegang Saham dan Pembeli Siaga
PT Nusantara Utama Investama (NUI) selaku pemegang saham pengendali akan mengeksekusi sebagian besar haknya, yakni sebanyak 3,47 miliar HMETD. Sisa hak NUI sebanyak 284 juta HMETD akan dialihkan kepada PT Tata Tirta Datun (TTD). Jika masih terdapat sisa saham yang tidak diserap investor, sejumlah pihak telah menyatakan komitmennya sebagai pembeli siaga, yaitu:
- Hapsoro maksimal menyerap 389,03 juta saham atau senilai Rp97,25 miliar.
- Ferry Sudjono maksimal 1,31 miliar saham atau senilai Rp327,8 miliar.
- PT Tata Tirta Datun (TTD) maksimal 1,6 juta saham atau senilai Rp401,58 juta.
- PT Henan Putihrai Sekuritas maksimal 400 juta saham senilai Rp100 miliar.
Rencana Penggunaan Dana
Manajemen BUVA berencana menggunakan seluruh dana hasil rights issue BUVA yang mencapai Rp1,53 triliun untuk sejumlah agenda strategis ekspansi dan penyehatan neraca, antara lain:
- Sekitar Rp426,33 miliar untuk penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai guna mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence dan pengembangan fasilitas West Resort.
- Sekitar Rp417,8 miliar untuk pembayaran dipercepat seluruh pokok pinjaman utang ke Bank Mandiri.
- Sebesar Rp150 miliar dialokasikan untuk renovasi menyeluruh Alila Ubud.
- Sebesar Rp150 miliar untuk penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa guna pengembangan Bintan Land.
- Sekitar Rp390,33 miliar untuk proyek infrastruktur Uluwatu Estate di Bali.
Jadwal Lengkap Rights Issue BUVA
Investor ritel yang berniat mengeksekusi haknya atau ingin membeli saham BUVA wajib memperhatikan jadwal pelaksanaannya sebagai berikut:
- Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 13 Oktober 2026.
- Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 14 Oktober 2026.
- Cum HMETD di Pasar Tunai: 15 Oktober 2026.
- Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 15 Oktober 2026.
- Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD: 19 - 30 Oktober 2026.
Saham yang berpotensi diuntungkan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.
Arah harga hari ini bisa berbeda dari interpretasi redaksi. Pasar mencerminkan banyak faktor, bukan cuma satu berita ini.
Langkah rights issue ini berpotensi besar menyehatkan struktur neraca keuangan BUVA berkat adanya pelunasan utang bank secara dipercepat. Ekspansi perhotelan perseroan dan hadirnya pembeli siaga ternama memberi sentimen positif terhadap likuiditas serta prospek fundamental jangka panjang.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.