MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.685 -0,05%
JPYIDRRp113 -0,23%
SGDIDRRp13.899 -0,07%
USDIDRRp17.607 -0,11%
AALIRp8.550 -0,29%
ADMRRp1.655 -0,30%
ADRORp2.720 -0,73%
AHAPRp103 +3,00%
AMMNRp4.390 -0,90%
ANTMRp3.120 -0,95%
ARTORp1.050 +0,96%
ASIIRp4.900 -2,97%
BBCARp6.700 -1,11%
BBNIRp3.940 -0,51%
BBRIRp3.390 -0,59%
BFINRp950 -1,55%

Data Nonfarm Payroll AS Agustus Melonjak 162.000, Jauh Lampaui Ekspektasi Pasar

Data Nonfarm Payroll AS Agustus mencatat 162.000 pekerjaan, melampaui ekspektasi. Tingkat pengangguran stabil di 4,1%. Cek dampaknya ke The Fed.

Data Nonfarm Payroll AS Agustus Melonjak 162.000, Jauh Lampaui Ekspektasi Pasar

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Perekonomian Amerika Serikat kembali menunjukkan daya tahannya di tengah ketidakpastian global. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) merilis data lapangan kerja di luar sektor pertanian atau Nonfarm Payroll (NFP) yang melonjak tajam mencapai 162.000 pekerjaan pada Agustus 2026.

Angka ini melesat jauh melampaui proyeksi konsensus pasar yang hanya memperkirakan penambahan sekitar 55.000 hingga 56.000 pekerjaan. Melonjaknya data Nonfarm Payroll AS ini memberikan sinyal kuat bahwa pasar tenaga kerja masih sangat solid, sehingga meredakan kekhawatiran terkait ancaman resesi.

Rincian Data Nonfarm Payroll AS Agustus 2026

Berikut adalah sorotan utama dari rilis data tenaga kerja terbaru:

  • Penambahan Pekerjaan (NFP): Mencapai 162.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi.
  • Tingkat Pengangguran: Bertahan stabil di level 4,1%.
  • Revisi Bulan Sebelumnya: Data Juli direvisi naik menjadi 21.000 pekerjaan dari sebelumnya dilaporkan turun 23.000. Secara keseluruhan, data penciptaan lapangan kerja untuk bulan Juni dan Juli direvisi naik sebanyak 55.000 pekerjaan.
  • Sektor Andalan: Pertumbuhan lapangan kerja secara signifikan dipimpin oleh sektor jasa, terutama restoran dan bar.

Prospek Suku Bunga The Fed

Kuatnya data ketenagakerjaan ini berdampak langsung pada ekspektasi kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Reserve). Dengan tingkat pengangguran yang stabil dan penciptaan lapangan kerja yang tinggi, potensi The Fed untuk mempertahankan atau bahkan kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan 15-16 September kembali menguat.

Sebelum rilis data ini, pelaku pasar sempat menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga setelah Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengisyaratkan kemungkinan menahan suku bunga jika tekanan inflasi mereda. Namun, mengacu pada data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga kini kembali naik ke kisaran 52%.

Bagi investor, rilis data makro ekonomi ini memastikan bahwa ekonomi AS belum akan memasuki fase resesi dalam waktu dekat, namun era suku bunga tinggi (higher for longer) diproyeksikan akan bertahan lebih lama dari ekspektasi awal.

Terkena Dampak Positif

Saham yang berpotensi diuntungkan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.

BBCA Bank Central Asia Tbk.
Rp6.700 -1,11%
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Rp3.390 -0,59%
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Rp3.940 -0,51%
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Rp4.420 -0,90%

Arah harga hari ini bisa berbeda dari interpretasi redaksi. Pasar mencerminkan banyak faktor, bukan cuma satu berita ini.

Terkena Dampak Negatif

Saham yang berpotensi tertekan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.

ARTO Bank Jago Tbk.
Rp1.050 +0,96%
EMTK Elang Mahkota Teknologi Tbk.
Rp515 -3,74%
GOTO GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Rp50 0,00%

Daftar ini merupakan penilaian arah dari redaksi, bukan janji harga akan terus bergerak ke arah tersebut.

✎ Opini Redaksi

Lonjakan data Nonfarm Payroll AS membuktikan ketangguhan ekonomi Amerika Serikat, yang memberikan kelegaan terhadap ancaman resesi. Namun, solidnya data ini sekaligus menutup ruang bagi pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Pasar saham berpotensi merespons dengan volatilitas jangka pendek seiring penyesuaian kembali ekspektasi kebijakan The Fed.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.