Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Hari ini, Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi momentum penting bagi investor PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) karena merupakan cum date rights issue atau tanggal terakhir perdagangan saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di pasar reguler dan negosiasi.
Melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I), VKTR menawarkan sebanyak-banyaknya 15 miliar saham baru yang mewakili 25,53% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca aksi korporasi ini. Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp200 per saham, perseroan berpotensi meraup dana segar maksimal Rp3 triliun.
Rasio dan Ketentuan HMETD
Setiap pemegang 35 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date tanggal 8 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB berhak atas 12 HMETD. Satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp200. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, proporsi kepemilikan sahamnya akan mengalami penurunan (dilusi) hingga maksimal 25,53%.
Rencana Penggunaan Dana
Dana segar dari rights issue ini akan digunakan secara agresif untuk ekspansi bisnis kendaraan komersial listrik. Sekitar 66,86% dana akan disuntikkan sebagai setoran modal kepada anak usaha perseroan, yakni PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI). Dana tersebut diproyeksikan sebagai modal kerja bagi SEI untuk membeli kendaraan listrik komersial dari VKTR selama rentang waktu 2026 hingga 2027 guna menunjang program penyewaan atau e-Mobility as a Service (e-MaaS) kepada para pelanggan korporasi.
Sementara itu, sisa dana yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk modal kerja operasional VKTR. Ini mencakup pembelian persediaan kendaraan listrik baik dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) maupun Completely Built Up (CBU)—termasuk truk ringan, truk berat, bus listrik, hingga forklift listrik—dari para mitra pemasok guna memenuhi pesanan.
Komitmen Grup Bakrie sebagai Pembeli Siaga
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku pemegang saham utama menyatakan tidak akan mengeksekusi porsi HMETD yang dimilikinya dan mengalihkan seluruh haknya (sebanyak 3,66 miliar saham) kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI telah berkomitmen penuh untuk mengeksekusi hak yang dialihkan tersebut dengan menyetor dana senilai Rp732,12 miliar.
Apabila setelah masa periode pelaksanaan selesai masih terdapat sisa saham baru yang tidak diserap oleh publik, maka BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) akan bertindak sebagai pembeli siaga. Keduanya siap menyerap seluruh sisa saham yang tidak tereksekusi dengan kesiapan dana hingga maksimal Rp2,26 triliun.
Jadwal Lengkap Rights Issue VKTR
Untuk memudahkan para investor ritel, berikut adalah rincian jadwal PMHMETD I VKTR:
- Cum Date di Pasar Reguler dan Negosiasi: 6 Oktober 2026
- Ex Date di Pasar Reguler dan Negosiasi: 7 Oktober 2026
- Cum Date di Pasar Tunai: 8 Oktober 2026
- Tanggal Pencatatan (Recording Date): 8 Oktober 2026
- Periode Perdagangan & Pelaksanaan HMETD: 12-16 dan 19-23 Oktober 2026
- Tanggal Terakhir Pembayaran Pesanan Tambahan: 27 Oktober 2026
Langkah agresif VKTR memperkuat struktur permodalan hingga Rp3 triliun menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendominasi peluang pasar bus dan truk listrik di Indonesia. Kehadiran entitas terafiliasi dari Grup Bakrie sebagai pembeli siaga memberikan sinyal positif terkait kepastian pendanaan aksi korporasi ini.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.