MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.731 +0,41%
JPYIDRRp112 +0,32%
SGDIDRRp13.964 +0,11%
USDIDRRp17.733 +0,18%
AALIRp7.825 -2,19%
ADMRRp1.685 +0,30%
ADRORp2.610 -0,76%
AHAPRp93 -5,10%
AMMNRp4.390 -2,44%
ANTMRp3.160 -0,94%
ASIIRp4.780 -0,21%
BBCARp6.350 -0,78%
BBNIRp3.680 0,00%
BBRIRp3.130 -1,57%
BFINRp880 +2,33%
BIPIRp137 -7,43%

Low Tuck Kwong Dikabarkan Jual Mayoritas Saham BYAN ke Konsorsium Haji Isam

Low Tuck Kwong dikabarkan negosiasi jual 62% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ke konsorsium Haji Isam. Simak detail valuasi dan dampak pasarnya.

Low Tuck Kwong Dikabarkan Jual Mayoritas Saham BYAN ke Konsorsium Haji Isam

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, dikabarkan sedang dalam tahap pembicaraan untuk menjual mayoritas kepemilikan sahamnya. Konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, disebut-sebut sebagai calon pembeli potensial.

Detail Rencana Transaksi

Rencana akuisisi ini berpotensi menjadi salah satu transaksi terbesar di sektor batu bara Indonesia, mengingat valuasi Bayan Resources saat ini diperkirakan mencapai USD 28 miliar.

  • Low Tuck Kwong saat ini memegang sekitar 40% saham BYAN.
  • Putrinya menguasai sekitar 22% saham BYAN.
  • Secara total, keduanya memegang kendali atas 62% saham perusahaan.

Diskusi terkait transaksi ini masih berlangsung dan belum ada kepastian tercapainya kesepakatan final. Harga akuisisi kemungkinan akan ditetapkan dengan skema diskon (discount) dari harga pasar saat ini, mengingat porsi saham publik (free float) BYAN yang sangat terbatas.

Tanggapan Manajemen dan Konteks Industri

Awal bulan ini, manajemen Bayan sempat memberikan pernyataan kepada bursa terkait rumor penjualan. Perusahaan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan, meskipun pemegang saham pengendali menyebutkan bahwa mereka dapat mempertimbangkan peluang untuk memaksimalkan investasi.

Hingga saat ini, perwakilan Haji Isam dari PT Jhonlin Group belum memberikan tanggapan resmi atas rumor ini.

Tantangan Regulasi di Era Baru

Jika kesepakatan ini terealisasi, transisinya terjadi di tengah dinamika industri yang menantang. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sejumlah penambang menghadapi pemangkasan kuota produksi untuk mendongkrak harga, serta denda terkait pelanggaran izin kehutanan.

Para taipan juga didorong untuk membeli patriot bonds dengan bunga di bawah pasar dari sovereign wealth fund baru Indonesia, Danantara, serta menghadapi peningkatan audit pajak.

Reaksi Pasar

Merespons kabar ini, pergerakan saham BYAN berbalik dari zona merah dan mencatatkan kenaikan hampir 3% pada perdagangan jelang siang, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung stagnan. Bagi Low Tuck Kwong, penjualan ini akan menandai akhir dari era kepemimpinannya selama puluhan tahun, sementara bagi Haji Isam, langkah ini akan semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu magnat batu bara terbesar di Indonesia.

Terkena Dampak Positif

Saham yang berpotensi diuntungkan, menurut interpretasi redaksi atas berita ini.

BYAN Bayan Resources Tbk.
Rp15.325 +1,49%

Arah harga hari ini bisa berbeda dari interpretasi redaksi. Pasar mencerminkan banyak faktor, bukan cuma satu berita ini.

✎ Opini Redaksi

Rencana pengambilalihan saham BYAN oleh konsorsium Haji Isam berpotensi mengubah peta kekuatan konglomerasi batu bara di Indonesia secara drastis. Kunci dari terealisasinya transaksi senilai puluhan miliar dolar ini akan bergantung pada kesepakatan harga diskon akibat minimnya likuiditas saham di bursa.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.