MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.601 0,00%
JPYIDRRp114 0,00%
SGDIDRRp13.900 0,00%
USDIDRRp17.686 0,00%
AALIRp8.475 +0,30%
ADMRRp1.580 -0,94%
ADRORp2.590 -1,15%
AHAPRp118 +14,56%
AMMNRp5.050 -0,98%
ANTMRp3.270 +2,51%
ARCIRp1.335 +1,91%
ARTORp950 -3,06%
ASIIRp4.890 -1,81%
BBCARp6.400 -1,54%
BBNIRp3.750 -3,10%
BBRIRp3.320 -2,35%

Proyeksi Suku Bunga The Fed Desember: 88% Analis Prediksi Kenaikan 25 Bps

Prediksi terbaru keputusan suku bunga The Fed bulan Desember. 88% analis proyeksikan kenaikan 25 bps, sementara 12% prediksi suku bunga ditahan.

Proyeksi Suku Bunga The Fed Desember: 88% Analis Prediksi Kenaikan 25 Bps

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - Pelaku pasar tengah bersiap menghadapi keputusan krusial dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), pada pertemuan bulan Desember ini. Berdasarkan konsensus pasar terbaru, mayoritas analis memproyeksikan adanya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut menjelang penutupan tahun.

Probabilitas Kebijakan The Fed

Berdasarkan data proyeksi yang beredar di kalangan pelaku pasar, ekspektasi terhadap langkah The Fed terbagi menjadi dua skenario utama:

  • Sebanyak 88% analis meyakini The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
  • Sementara itu, hanya 12% analis yang memprediksi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di level saat ini (no change).

Tingginya ekspektasi pasar terhadap kenaikan sebesar 25 bps ini mengindikasikan bahwa otoritas moneter AS masih melihat perlunya langkah preventif atau penyesuaian lanjutan untuk merespons dinamika inflasi dan data ketenagakerjaan makro ekonomi Amerika Serikat.

Keputusan The Fed secara historis selalu menjadi indikator utama arah kebijakan moneter global. Apabila kenaikan 25 bps ini terealisasi, langkah tersebut berpotensi memengaruhi likuiditas dolar AS secara global dan memberikan tekanan jangka pendek pada pergerakan nilai tukar mata uang negara berkembang (emerging market), termasuk Rupiah.

✎ Opini Redaksi

Kuatnya probabilitas kenaikan 25 bps menunjukkan bahwa pasar sebagian besar telah melakukan priced in terhadap langkah The Fed. Investor di Bursa Efek Indonesia perlu mencermati potensi volatilitas pada nilai tukar Rupiah dan rotasi portofolio investasi asing menjelang pengumuman resmi.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.