MARKET · DELAY 15 MINS
AUDIDRRp12.615 0,00%
JPYIDRRp114 0,00%
SGDIDRRp13.910 0,00%
USDIDRRp17.697 0,00%
AALIRp8.475 +0,30%
ADMRRp1.580 -0,94%
ADRORp2.590 -1,15%
AHAPRp118 +14,56%
AMMNRp5.050 -0,98%
ANTMRp3.270 +2,51%
ARCIRp1.335 +1,91%
ARTORp950 -3,06%
ASIIRp4.890 -1,81%
BBCARp6.400 -1,54%
BBNIRp3.750 -3,10%
BBRIRp3.320 -2,35%

Jadwal dan Rasio Rights Issue FORU Rp27 Triliun, IMR AH Lakukan Inbreng

Jadwal dan rasio rights issue FORU 2026. Target dana Rp27 triliun dengan harga pelaksanaan Rp126, diwarnai inbreng saham tambang PT Borneo Prima.

Jadwal dan Rasio Rights Issue FORU Rp27 Triliun, IMR AH Lakukan Inbreng

Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue bernilai jumbo dengan target dana maksimal Rp27,1 triliun. Aksi korporasi ini telah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 September 2026.

Rasio dan Harga Pelaksanaan

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, rasio rights issue FORU ditetapkan sebesar 100:46.235. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 23 September 2026 berhak atas 46.235 HMETD. Harga pelaksanaan dipatok pada level Rp126 per saham, di mana perseroan akan menerbitkan maksimal 215,09 miliar saham baru bernominal Rp100 per saham.

Inbreng Saham Tambang PT Borneo Prima

Pemegang saham pengendali FORU, yakni IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), menyatakan akan mengeksekusi haknya sebanyak 165,21 miliar HMETD. Penyetoran modal oleh IMR AH tidak dilakukan dalam bentuk tunai, melainkan menggunakan mekanisme inbreng atau penukaran saham. IMR AH akan menyetorkan 49% kepemilikan saham di perusahaan tambang batu bara PT Borneo Prima senilai Rp20,81 triliun.

Risiko Dilusi dan Pembeli Siaga

Bagi investor ritel, terdapat beberapa poin penting yang wajib dicermati dalam pelaksanaan penambahan modal ini:

  • Potensi Dilusi Ekstrem: Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk menebus HMETD akan mengalami dilusi kepemilikan yang sangat dalam, yakni mencapai maksimum 99,78%.
  • Absennya Pembeli Siaga: Perseroan mengonfirmasi bahwa tidak ada pembeli siaga dalam aksi korporasi ini.
  • Penggunaan Dana Publik: Sisa dana dari investor publik (jika HMETD ditebus) akan disalurkan sebagai pinjaman modal kerja kepada PT Borneo Prima. Apabila publik urung menebus, rencana pinjaman ini otomatis dibatalkan.

Jadwal Pelaksanaan

  • Cum Date Pasar Reguler dan Negosiasi: 21 September 2026
  • Ex Date Pasar Reguler dan Negosiasi: 22 September 2026
  • Cum Date Pasar Tunai: 23 September 2026
  • Recording Date: 23 September 2026
  • Periode Perdagangan HMETD: 25 September - 6 Oktober 2026
✎ Opini Redaksi

Rights issue FORU secara praktikal merupakan mekanisme backdoor listing bagi aset tambang batu bara PT Borneo Prima. Risiko dilusi ekstrem mencapai 99,78% menuntut investor ritel untuk segera memutuskan apakan akan menebus HMETD di harga Rp126 atau menjual haknya di pasar reguler.

Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.