Jakarta, Redaksi BeritaSaham.id - PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan jasa pertambangan terkemuka ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan seiring dengan pertumbuhan pendapatan operasional dan dampak positif dari aksi korporasi divestasi anak usaha.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, PTRO meraup total pendapatan sebesar US$ 543,98 juta. Capaian ini melonjak 59,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar US$ 340,93 juta.
Meski pendapatan tumbuh pesat, perseroan juga mencatatkan pembengkakan pada beban usaha langsung menjadi US$ 496,95 juta, naik tajam dari sebelumnya US$ 292,64 juta pada semester I-2025. Hal tersebut menekan laba kotor perusahaan yang tercatat sedikit menyusut menjadi US$ 47,02 juta dibandingkan paruh pertama tahun lalu sebesar US$ 48,29 juta. Laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan pun terkoreksi menjadi US$ 4,27 juta dari sebelumnya US$ 7,84 juta.
Dorongan Laba dari Operasi yang Dihentikan
Katalis utama yang melambungkan angka bottom line PTRO pada paruh pertama tahun ini berasal dari pos operasi yang dihentikan. Perusahaan membukukan laba bersih dari operasi yang dihentikan sebesar US$ 7,62 juta, berbanding terbalik dari kerugian US$ 2,84 juta pada semester I-2025.
Perolehan ini sejalan dengan langkah strategis perusahaan pada 30 Juni 2026. PTRO bersama PT Singaraja Putra Tbk (SINI) telah menandatangani Akta Pengambilalihan Saham di mana SINI mengambil alih 99,995% kepemilikan PTRO dalam PT Kemilau Mulia Sakti (PTKMS). Hasilnya, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket hingga 902% mencapai US$ 10,78 juta dari hanya US$ 1,07 juta pada semester I-2025.
Posisi Neraca dan Ekuitas Makin Sehat
Dari sisi neraca, struktur permodalan PTRO tampak semakin sehat. Total liabilitas perseroan berhasil ditekan menjadi US$ 1,20 miliar per 30 Juni 2026, turun dibandingkan posisi akhir 31 Desember 2025 yang mencapai US$ 1,27 miliar.
- Total aset perusahaan sedikit melandai ke level US$ 1,52 miliar dibandingkan akhir tahun lalu sebesar US$ 1,58 miliar.
- Penurunan kewajiban ini ikut memperkuat total ekuitas perusahaan yang naik menjadi US$ 321,28 juta pada pertengahan tahun ini, dibandingkan US$ 307,45 juta pada akhir 2025.
Pertumbuhan laba bersih PTRO yang eksponensial di semester I-2026 membuktikan keberhasilan manajemen dalam mengeksekusi aksi korporasi untuk membuka nilai tambah aset (value unlocking). Walaupun margin laba kotor dan laba operasi yang dilanjutkan terlihat tertekan akibat lonjakan beban langsung proyek, suntikan laba dari divestasi PTKMS memberikan dampak likuiditas yang krusial sekaligus memperkuat struktur modal perseroan.
Analisis ini adalah pembacaan redaksi atas sebuah berita, dan bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi membeli maupun menjual saham tertentu. Harga yang ditampilkan bersifat tertunda dan dapat berbeda dari harga riil di pasar.