Jakarta, Redaksi beritasaham.id - Perubahan peta kepemilikan saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi terjadi setelah aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai total Rp3,6 triliun rampung dilaksanakan. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Petrosea Tbk (PTRO) tampil sebagai salah satu pembeli utama dengan memborong 237.893.000 saham baru. Langkah strategis pada 23 Juli 2026 ini mengantarkan emiten jasa pertambangan tersebut menggenggam 239.105.000 saham SINI, atau setara dengan 19,88% hak suara, naik signifikan dari kepemilikan sebelumnya yang hanya 0,25%.
Konteks & Latar Belakang
Eksekusi rights issue yang dilakukan di harga pelaksanaan Rp5.000 per saham ini bukan sekadar penggalangan dana biasa, melainkan wujud nyata dari manuver transformasi bisnis SINI. Dana jumbo yang terhimpun dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari tangan PTRO senilai Rp1,73 triliun. Pembelian saham oleh PTRO ini memperkuat status mereka tidak hanya sebagai penjual aset (KMS), tetapi juga sebagai partner strategis yang memiliki relasi operasional langsung dengan SINI di sektor pertambangan batu bara. Selain untuk memuluskan akuisisi tersebut, sisa dana rights issue akan difokuskan perseroan untuk pelunasan lebih awal sejumlah utang bank demi memperbaiki likuiditas dan neraca.
Dampak Fundamental & Analisis
Dokumen pelaporan perubahan kepemilikan saham juga menunjukkan langkah taktis dari pemegang saham pengendali eksisting yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro. PT Autum Prima Indonesia, entitas pengendali perseroan, turut mengeksekusi 60.000.000 saham baru. Meski jumlah sahamnya bertambah menjadi 204.300.000 lembar, persentase kepemilikan Autum Prima Indonesia terdilusi dari 30,00% menjadi 16,99% akibat pembesaran porsi modal dasar. Happy Hapsoro secara individu juga menebus 3.452.500 saham, sehingga porsi kepemilikan langsungnya yang sebelumnya 9,00% kini menyesuaikan menjadi 3,89% atau setara 46.742.500 lembar saham.
Lebih lanjut, rights issue SINI ini menarik minat investasi berskala besar dari dua entitas baru. Ever Grace International Trading Limited memborong 90.000.000 saham, langsung menempatkan entitas asing tersebut sebagai pemilik 7,48% saham SINI yang sebelumnya tercatat nihil. Di sisi lain, PT Deli Indonesia Raya juga masuk dengan mengakuisisi 30.000.000 saham baru, mengambil porsi kepemilikan sebesar 2,49%. Kehadiran entitas-entitas ini menyuntikkan dana segar sekaligus memperlebar distribusi saham (free float) ke tangan investor institusi.
Masuknya triliunan dana segar dari aksi korporasi ini diproyeksikan membawa dampak fundamental yang sangat krusial. Struktur permodalan SINI diperkirakan membaik secara signifikan, di mana posisi ekuitas perseroan yang sebelumnya tercatat defisit atau negatif Rp687,41 miliar dapat berbalik arah menjadi ekuitas positif senilai Rp1,53 triliun. Di samping itu, penurunan rasio liabilitas terhadap aset seiring dengan pelunasan pokok utang bank diyakini akan menciptakan efisiensi yang langsung mendongkrak margin laba bersih emiten di kuartal-kuartal mendatang.
Sorotan Pasar & Regulasi
Secara regulasi, transformasi SINI menjadi perusahaan holding batu bara dengan masuknya PTRO telah melewati pengawasan BEI dan OJK, serta mengantongi restu pemegang saham publik mengingat aksi ini masuk dalam kategori transaksi afiliasi material. Pasar sejauh ini merespons positif prospek perbaikan kas dan fundamental SINI pasca akuisisi, terlihat dari tren penguatan harga saham perseroan pasca pencatatan saham baru di pasar reguler.
Pernyataan Resmi
Menanggapi rampungnya seluruh proses ini, Direktur Utama SINI, Amir Antolis, menyatakan bahwa langkah rights issue terbukti berjalan sesuai visi besar perseroan. "Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi keuangan, terutama dalam memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan posisi ekuitas. Pelaksanaan ini juga diproyeksikan menciptakan efisiensi keuangan melalui penurunan beban bunga, yang pada akhirnya menopang pertumbuhan laba bersih jangka panjang."
Dengan tuntasnya perubahan struktur kepemilikan saham ini, PT Singaraja Putra Tbk kini memiliki amunisi penuh untuk mengeksekusi ekspansi tambangnya. Para pelaku pasar modal kini akan menyoroti kemampuan manajemen SINI dalam memaksimalkan sinergi operasional antara kendaraan investasi afiliasi Hapsoro dengan pengalaman teknis Grup Petrindo melalui PTRO, guna mencetak arus kas positif dari konsesi batu bara KMS secara berkelanjutan.