Dark
Light

Pemilu 2024 dan Dampaknya pada Pasar Saham Indonesia

14 Februari 2024

Pemilihan Umum 2024 telah memicu perbincangan seru di kalangan pelaku pasar saham Indonesia. Selain menjadi panggung demokrasi, ajang ini juga dianggap dapat memberikan dorongan terhadap kinerja sektor-sektor tertentu, dengan sektor konsumer dan perbankan menjadi fokus utama.

Menurut Angga Septianus, Community Lead IPOT, kinerja indeks dan sektor-sektor unggulan akan tetap bergerak volatil hingga kondisi pasca pemilu stabil. “Kondisi pasca pemilu yang stabil dan kebijakan pemimpin terpilih yang terlihat akan menjadi penentu pergerakan pasar saham,” ungkap Angga di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

Sektor konsumer dan perbankan diprediksi akan menjadi primadona pasca pemilu. Pertumbuhan kredit yang berpotensi tinggi, terutama dengan populasi yang terus berkembang, menjadi pendorong sektor perbankan. “Sektor-sektor terkait kebijakan baru juga akan menguntungkan, khususnya emiten-emiten yang terkait dengan suku bunga,” tambah Angga.

Rekomendasi dari Angga juga melibatkan sektor properti dan infrastruktur, meski sentimen pemilu masih akan memberikan warna pada kondisi pasar saham dalam negeri.

Proyeksi Pergerakan IHSG Pasca Pemilu

Di sisi lain, Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas, melihat bahwa pelaksanaan pemilu akan memberikan dampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun penguatan indeks cenderung minor, Miftahul optimis bahwa pergerakan signifikan dapat terjadi setelah hasil pemilu diumumkan secara resmi.

“Pasar akan mendapatkan arah dan optimisme baru, terutama terkait sektor yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang baru,” jelas Miftahul.

Dalam beberapa hari terakhir, IHSG telah menunjukkan pergerakan volatil dengan kecenderungan penguatan. Level support di bawah 7.228 dan target resistance di rentang harga 7.285-7.308 menjadi sorotan dalam mengantisipasi arah pergerakan pasar saham Indonesia pasca pemilu.

Latest Posts

Go toTop

Jangan Lewatkan