Dark
Light

Divestasi Saham INCO Ditandatangani 26 Februari 2024 oleh Kementerian ESDM

25 Februari 2024
Vale Indonesia (INCO) Segera Meluncurkan Proyek Hilirisasi Nikel

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan bahwa kesepakatan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dijadwalkan akan ditandatangani pada hari Senin, tanggal 26 Februari 2024. Kesepakatan ini merupakan langkah krusial dalam proses divestasi dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Menteri BUMN Erick Thohir.

Dengan penandatanganan ini, diharapkan dapat memberikan kepastian terkait perubahan kepemilikan saham dan memenuhi kewajiban divestasi sesuai regulasi yang berlaku. Kejadian ini memiliki dampak besar pada industri pertambangan dan dapat membuka babak baru dalam dinamika perusahaan tersebut.

Harga Saham Divestasi Telah Disepakati

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyatakan bahwa kesepakatan harga saham divestasi telah disepakati dengan MIND ID sebesar Rp3.000 per saham. Pihak berwenang percaya bahwa kesepakatan ini memberikan kepastian terkait perpanjangan kontrak yang akan habis pada 2025. Divestasi ini merupakan bagian dari regulasi yang mengharuskan perusahaan untuk melepaskan sebagian sahamnya.

Kontrak Karya dan Luas Konsesi

Kontrak Karya bagi Vale Indonesia telah diamandemen pada 17 Oktober 2014 dan berlaku hingga 28 Desember 2025. Dalam kontrak ini, Vale memiliki hak penambangan di konsesi seluas 118.017 hektar, meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pertambangan di Indonesia.

Proses Negosiasi dan Target Kesepakatan

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya telah menargetkan bahwa kesepakatan divestasi saham INCO ke MIND ID akan terlaksana dalam pekan yang sama. Harga divestasi sebesar 14 persen saham disepakati antara MIND ID dan para pemegang saham Vale Indonesia, dengan harga saham berkisar Rp3.000 per lembar. Proses negosiasi ini dilakukan secara intensif oleh Kementerian BUMN, Kementerian Investasi, dan Kementerian ESDM.

Langkah Selanjutnya

Erick Thohir menjelaskan bahwa hasil negosiasi akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo, dan apabila disetujui, penandatanganan divestasi akan segera dilakukan. Pemerintah berharap pelepasan 14 persen saham Vale Indonesia dapat segera dirampungkan. Dengan demikian, kepemilikan negara di perusahaan nikel ini akan meningkat menjadi 54 persen.

Harapan untuk Ekosistem dan Pertumbuhan

Erick Thohir juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang saling mendukung dan mendorong pertumbuhan. Ia menekankan bahwa negosiasi harus dilakukan dengan bijak tanpa mengorbankan kepentingan nasional. Pemerintah berkomitmen untuk tidak mempersulit investasi asing namun tetap menjaga kedaulatan negara.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan investasi, serta memberikan dampak positif terhadap industri pertambangan di Indonesia.

Latest Posts

Go toTop